Snack jadul atau jajanan khas Indonesia dari era 70-an hingga 90-an memang memiliki daya tarik tersendiri. Bagi generasi yang tumbuh di masa itu, snack jadul bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga bagian dari kenangan masa kecil yang penuh dengan nostalgia. Meskipun banyak dari mereka kini mulai langka atau bahkan hilang dari peredaran, beberapa jajanan ini masih bertahan dan bahkan kembali diminati oleh kalangan muda. Tidak hanya karena rasa yang lezat, tetapi juga karena kemasan yang ikonik dan cerita di baliknya.
Di tengah maraknya jajanan modern dan tren kuliner kekinian, snack jadul seperti Es Mony, Gem Rose, atau Go Go masih menjadi favorit bagi banyak orang. Bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga karena nilai sentimental yang terkandung dalam setiap gigitan. Banyak dari kita yang merindukan saat-saat dulu ketika bermain di luar rumah sambil menikmati camilan sederhana dari pedagang keliling. Kini, meski sedikit sulit ditemukan, beberapa snack jadul masih bisa kita temui di pasar tradisional atau toko oleh-oleh. Mereka adalah bagian dari warisan budaya yang patut dilestarikan.
Artikel ini akan membahas sepuluh jenis snack jadul yang masih populer dan wajib dicoba. Mulai dari kue rangi hingga es gabus pelangi, setiap jajanan memiliki cerita dan ciri khas yang membuatnya istimewa. Dengan penjelasan lengkap mengenai sejarah, rasa, dan cara penyajian, artikel ini juga akan memberikan tips untuk melestarikan dan menghidupkan kembali snack jadul di tengah perubahan zaman. Mari kita eksplorasi dunia snack jadul yang kaya akan kenangan dan rasa!
Apa Itu Snack Jadul?
Snack jadul merujuk pada jajanan ringan khas Indonesia yang populer pada masa lalu, khususnya dari tahun 70-an hingga 90-an. Jajanan ini umumnya mudah ditemukan di pasar tradisional, dekat sekolah, atau di tangan para pedagang keliling. Berbeda dengan jajanan modern yang sering kali dibuat dengan bahan sintetis dan kemasan yang lebih canggih, snack jadul biasanya menggunakan bahan alami dan proses pembuatan sederhana.
Banyak dari snack jadul memiliki rasa yang unik dan khas, serta kemasan yang mencolok dan mudah diingat. Contohnya, Es Mony dengan kemasan segitiga berwarna-warni, atau Gem Rose dengan bentuk bulat kecil dan hiasan gula yang menarik. Meskipun seiring waktu banyak dari mereka yang mulai langka, beberapa snack jadul masih bertahan dan bahkan kembali diminati oleh generasi muda. Ini menunjukkan bahwa rasa dan kenangan yang terkandung dalam setiap jajanan jadul tidak mudah terlupakan.
Selain itu, snack jadul juga memiliki nilai budaya dan sosial. Mereka sering kali menjadi bagian dari ritual atau acara tertentu, seperti festival atau perayaan lokal. Dalam beberapa kasus, snack jadul juga menjadi simbol kebersamaan antara sesama anak-anak yang berkumpul di luar rumah sambil menikmati camilan sederhana. Karena itu, menjaga dan melestarikan snack jadul bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang menjaga ingatan dan identitas budaya bangsa.
Mengapa Snack Jadul Masih Populer?
Meski sejumlah besar snack jadul kini mulai langka, beberapa di antaranya masih tetap diminati oleh masyarakat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk rasa yang khas, kemasan yang ikonik, dan nilai sentimental yang kuat. Bagi banyak orang, menikmati snack jadul bukan hanya tentang memenuhi rasa lapar, tetapi juga tentang mengingat masa kecil yang penuh dengan kenangan indah.
Salah satu alasan snack jadul masih populer adalah karena rasa yang tidak bisa digantikan oleh jajanan modern. Misalnya, kue rangi yang renyah di luar dan kenyal di dalam, atau es gabus pelangi yang lembut dan dingin. Rasa tersebut tidak hanya enak, tetapi juga memiliki karakteristik unik yang sulit ditemukan pada camilan kekinian. Selain itu, kemasan dari snack jadul sering kali sangat mencolok dan mudah diingat, seperti Es Mony dengan kotak segitiga berwarna-warni atau Go Go dengan kemasan kotak kecil yang dilengkapi sedotan.
Selain rasa dan kemasan, snack jadul juga memiliki nilai sentimental yang tinggi. Bagi banyak orang, menikmati jajanan jadul seperti telur gulung atau arumanis bisa mengingatkan mereka pada masa kecil yang penuh dengan keseruan dan kebersamaan. Dengan demikian, snack jadul bukan hanya sekadar camilan, tetapi juga bagian dari warisan budaya yang layak dilestarikan.
10 Snack Jadul yang Masih Populer dan Wajib Dicoba
Berikut adalah sepuluh jenis snack jadul yang masih populer dan wajib dicoba:
1. Kue Rangi
Kue rangi adalah jajanan khas Betawi yang terbuat dari parutan kelapa dan tepung sagu yang dibakar dalam cetakan khusus, lalu disiram saus gula merah. Teksturnya unik, renyah di luar dan kenyal di dalam. Meskipun kini hanya muncul saat festival atau acara budaya Betawi, kue rangi tetap menjadi salah satu jajanan yang dinantikan oleh pecinta rasa klasik.
2. Gulali Rambut Nenek
Gulali rambut nenek adalah gula yang ditarik hingga berbentuk serat halus seperti rambut dan dibungkus roti tawar. Dulunya dijual di depan sekolah, kini jadi barang langka yang sulit ditemukan. Namun, bagi yang pernah mencobanya, rasanya pasti tak terlupakan.
3. Telur Gulung
Telur gulung adalah jajanan gerobak yang terdiri dari telur digoreng dan digulung di tusuk sate. Meski belakangan ini sempat viral kembali, telur gulung klasik dengan saus dan bumbu sederhana tetap tak tergantikan oleh versi kekinian yang “keju-kejuan”.
4. Kue Putu
Kue putu terbuat dari tepung beras berisi gula merah dan kukus dalam bambu kecil. Suara khas “tuuut” saat matang dan aroma pandan yang menyengat mengingatkan kita pada malam-malam di kampung halaman. Kini, hanya sedikit penjual yang masih setia menjaga tradisi ini.
5. Permen Karet Yosan
Permen Yosan dengan bungkus teka-tekinya adalah salah satu jajanan yang paling dikenang oleh generasi 90-an. Meski rasanya cuma bertahan 3 menit, sensasi “kumpulin huruf Y-O-S-A-N” itu tiada duanya. Kini, menemukan permen ini sama sulitnya seperti menyusun huruf lengkapnya.
6. Es Gabus Pelangi
Es gabus pelangi berbahan dasar santan dan tepung hunkwe memiliki tekstur unik, seperti kue tetapi dingin seperti es krim. Dibalut plastik warna-warni, es gabus jadi primadona saat jam istirahat sekolah. Kini, hanya segelintir pasar tradisional yang masih menjualnya.
7. Kembang Goyang
Kembang goyang terbuat dari adonan tepung yang dicetak dengan alat logam lalu digoreng hingga renyah. Rasanya manis ringan dan gurih. Sayangnya, banyak orang enggan membuatnya karena prosesnya cukup rumit. Namun, bagi yang pernah mencobanya, rasanya pasti sulit dilupakan.
8. Arumanis
Arumanis mirip cotton candy dari luar negeri, tetapi terbuat dari gula yang berputar menjadi benang tipis, lalu jepit dalam kerupuk atau plastik. Dulu ada banyak penjualnya di sekolah dan pasar malam. Kini, hanya muncul saat ada pasar dadakan atau karnaval daerah.
9. Kue Ape
Kue ape sering disebut sebagai “serabi Jakarta” karena bentuknya yang mirip. Bagian tengahnya lembut dan pinggiran super renyah. Warna hijaunya berasal dari daun pandan atau pewarna makanan jadul. Sayangnya, kue ini kalah populer daripada camilan kekinian seperti donat atau croffle.
10. Sagon Bakar
Sagon terbuat dari parutan kelapa dengan campuran tepung ketan lalu panggang hingga kering. Rasanya manis dan teksturnya agak keras, tetapi sangat khas. Banyak orang tua mengenangnya sebagai camilan favorit masa kecil. Kini, makin sulit untuk Anda temukan kecuali di toko oleh-oleh tertentu.
Tips Melestarikan dan Menghidupkan Kembali Snack Jadul
Melestarikan snack jadul tidak hanya penting untuk menjaga rasa, tetapi juga untuk menjaga identitas budaya. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Inovasi kemasan: Buat tampilannya lebih menarik tanpa mengubah rasa aslinya.
- Promosi digital: Gunakan media sosial untuk mengenalkan ke generasi muda.
- Kolaborasi kuliner: Gabungkan rasa jadul dengan makanan modern.
- Workshop memasak: Ajarkan anak muda cara membuat jajanan klasik.
- Festival jajanan tempo dulu: Wadah untuk berkumpulnya pelestari jajanan lawas.
Dengan upaya-upaya ini, snack jadul tidak hanya akan bertahan, tetapi juga bisa kembali diminati oleh masyarakat luas. Dengan begitu, rasa dan kenangan yang terkandung dalam setiap jajanan jadul tetap bisa dirasakan oleh generasi mendatang.
Kesimpulan
Snack jadul adalah bagian dari warisan budaya yang kaya akan rasa dan kenangan. Meski banyak dari mereka kini mulai langka, beberapa di antaranya masih bertahan dan bahkan kembali diminati. Dengan penjelasan lengkap mengenai sejarah, rasa, dan cara penyajian, artikel ini berharap dapat membangkitkan kembali minat masyarakat untuk mengenal dan melestarikan snack jadul. Dengan menjaga dan menghidupkan kembali jajanan klasik ini, kita tidak hanya melindungi rasa, tetapi juga menjaga ingatan dan identitas budaya bangsa.



