Tarian adat Lampung adalah salah satu aspek terpenting dari kekayaan budaya Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung. Dengan gerakan yang anggun dan makna mendalam, tarian ini tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga cerminan dari nilai-nilai luhur masyarakat setempat. Setiap gerakan, musik pengiring, dan kostum yang digunakan mengandung makna filosofis yang mencerminkan sejarah, agama, dan kehidupan sosial masyarakat Lampung.
Provinsi Lampung, yang berada di ujung selatan Pulau Sumatera, memiliki warisan budaya yang sangat kaya. Salah satu bentuk warisan tersebut adalah tarian adat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Tarian-tarian ini tidak hanya memperkaya kebudayaan nasional, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kebanggaan bagi masyarakat Lampung. Dalam perayaan adat, upacara keagamaan, atau acara resmi, tarian adat Lampung sering kali menjadi pusat perhatian dan menarik perhatian para penonton dari berbagai kalangan.
Tarian adat Lampung tidak hanya menampilkan keindahan estetika, tetapi juga menyampaikan pesan moral, ajaran agama, serta nilai-nilai kebersamaan dan kesopanan. Dengan melalui tarian ini, masyarakat Lampung dapat menjaga keutuhan budaya mereka sambil tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pemeliharaan dan pelestarian tarian adat ini menjadi tanggung jawab bersama, baik dari masyarakat, pemerintah, maupun lembaga pendidikan.
Sejarah dan Makna Tarian Adat Lampung
Tarian adat Lampung memiliki akar sejarah yang dalam, terkait erat dengan sejarah masuknya agama Islam ke Nusantara. Banyak tarian tradisional di Lampung berasal dari pengaruh budaya Melayu dan Islam, yang kemudian berkembang menjadi bentuk seni yang unik dan khas. Misalnya, Tari Melinting dan Tari Bedana merupakan contoh tarian yang menggambarkan nilai-nilai agama dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Tari Melinting, misalnya, merupakan tarian klasik yang berasal dari Lampung Timur. Gerakannya yang anggun dan iringan musik tradisional seperti gendang, gong, dan suling mencerminkan rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat. Tari ini biasanya dibawakan oleh delapan penari, empat pria dan empat wanita, dengan busana berwarna merah dan hitam yang melambangkan keberanian dan kesucian.
Sementara itu, Tari Bedana menggambarkan persahabatan dan nilai-nilai Islam. Tarian ini sering ditampilkan dalam acara khitanan, pernikahan, atau penyambutan tamu. Gerakannya yang riang dan dinamis mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Lampung.
Berbagai Jenis Tarian Adat Lampung
Ada beberapa jenis tarian adat yang populer di Lampung, masing-masing dengan ciri khas dan makna yang berbeda. Berikut adalah beberapa tarian yang layak diketahui:
-
Tari Cangget
Tari Cangget adalah salah satu tarian yang paling dikenal di Lampung. Tarian ini sering ditampilkan dalam acara adat seperti panen raya, pembukaan rumah, atau penyambutan tamu. Gerakannya yang lincah dan energik menggambarkan kegembiraan dan keanggunan penari. Tari Cangget juga menjadi simbol semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Lampung. -
Tari Sigeh Pengunten
Tari Sigeh Pengunten merupakan tarian kreasi baru yang diambil dari pengembangan tari sembah. Biasanya dipentaskan untuk menyambut tamu dalam acara resmi atau pernikahan adat. Gerakannya yang lembut dan penuh penghormatan menggambarkan keramahan serta ketulusan masyarakat Lampung terhadap para tamu. -
Tari Mulie Bekipas
Tari Mulie Bekipas merupakan tarian kreasi baru yang berkembang di Kota Metro. Tarian ini menjelaskan tentang kewaspadaan mulie atau gadis Lampung dalam menerima persahabatan dari laki-laki. Meskipun merupakan tarian modern, tari ini sering tampil dalam acara adat dan pernikahan. -
Tari Topeng
Tari Topeng adalah bentuk seni tradisional yang menggunakan topeng sebagai alat untuk menutupi identitas penari. Tarian ini sering digunakan dalam upacara adat dan ritual keagamaan. Topeng menjadi simbol hubungan antara manusia dan roh-roh, serta mencerminkan nilai-nilai spiritual masyarakat Lampung. -
Tari Melinting
Tari Melinting merupakan tarian klasik yang berasal dari Lampung Timur. Tarian ini muncul sejak masuknya Islam ke Nusantara dan menjadi simbol rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat. Gerakannya yang anggun dan iringan musik tradisional membuat tari ini menjadi salah satu tarian yang paling diminati. -
Tari Bedana
Tari Bedana adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Lampung. Tarian ini menggambarkan kehidupan masyarakat yang ramah, terbuka, dan berpegang pada agama. Awalnya, tari ini dimainkan oleh dua laki-laki berpasangan, namun kini bisa dilakukan antara laki-laki dan perempuan tanpa bersentuhan.
Ciri Khas dan Keunikan Tarian Lampung
Tarian adat Lampung memiliki ciri khas yang membedakannya dari tarian daerah lain. Pertama, gerakannya yang anggun dan penuh makna. Setiap gerakan tidak hanya indah tetapi juga membawa pesan moral dan nilai-nilai luhur. Kedua, penggunaan busana tapis tradisional yang khas. Busana ini biasanya berwarna merah, putih, dan hitam, melambangkan keberanian, kesucian, dan kekuatan budaya Lampung.
Selain itu, iringan musik tradisional seperti gamolan, gong, dan rebana menjadi ciri khas dari tarian ini. Musik ini memberikan nuansa yang khas dan memperkuat suasana adat. Selain itu, tarian adat Lampung juga menonjolkan keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan, yang mencerminkan karakter masyarakat Lampung.
Upaya Pelestarian Tarian Adat Lampung
Masyarakat dan pemerintah Lampung terus berupaya menjaga kelestarian tarian adat melalui berbagai cara. Sanggar-sanggar seni, festival budaya, dan pembelajaran di sekolah menjadi sarana penting untuk melestarikan tarian ini. Generasi muda juga diajak untuk turut serta dalam pelestarian budaya, sehingga tarian adat Lampung tetap hidup dan dikenal oleh masyarakat luas.
Selain itu, tarian adat Lampung kini sering dipentaskan di tingkat nasional maupun internasional, membuktikan bahwa pesona budaya Lampung mampu memikat hati penonton dunia. Hal ini juga menjadi bukti bahwa tarian adat tidak hanya menjadi bagian dari masa lalu, tetapi juga relevan dalam konteks modern.
Kesimpulan
Tarian adat Lampung adalah warisan budaya yang sangat bernilai, tidak hanya dalam hal seni tetapi juga dalam hal makna dan pesan moral. Dengan gerakan yang anggun, musik yang khas, dan busana yang indah, tarian ini mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur masyarakat Lampung. Pelestarian tarian ini menjadi tanggung jawab bersama, agar generasi mendatang tetap bisa menikmati dan menghargai kekayaan budaya yang telah diwariskan.
Dengan semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap budaya lokal, tarian adat Lampung diharapkan tetap menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia. Semoga informasi ini dapat memperluas wawasan dan apresiasi terhadap tarian adat yang kaya akan makna dan sejarah.



