Mahasiswa KKN 38 UPNVJT
Mahasiswa KKN 38 UPNVJT Gagas Inovasi AQUAFOAM di Desa Wonokerto

KABAR REGIONAL, JOMBANG, 29 Juli 2026 – Dalam upaya menjawab tantangan keterbatasan lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan skala rumah tangga, Kelompok 38 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur meluncurkan inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) bernama AQUAFOAM di Desa Wonokerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Pengembangan program ini berfokus pada pertanyaan utama mengenai bagaimana mengoptimalkan pemanfaatan limbah box styrofoam bekas melalui teknologi tepat guna untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat rumah tangga secara berkelanjutan.

Permasalahan tersebut dijawab melalui penerapan sistem akuaponik terpadu yang memadukan budidaya ikan lele dan tanaman kangkung, di mana limbah organik kotoran ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi alami tanaman, sementara akar tanaman menyaring air agar tetap bersih.

Jasa Penerbitan Buku dan ISBN

Inovasi ini dirancang agar mudah direplikasi secara mandiri oleh warga untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga sekaligus mendukung peningkatan ekonomi lokal berbasis SDGs.

AQUAFOAM merupakan sistem akuaponik sederhana berbasis box styrofoam bekas yang mengintegrasikan budidaya ikan lele dan tanaman kangkung dalam satu media terpadu.

Sistem ini memanfaatkan prinsip simbiosis mutualisme, di mana limbah organik dari kotoran ikan lele diuraikan oleh bakteri menjadi nutrisi kaya nitrat untuk tanaman kangkung.

Sebaliknya, akar kangkung menyerap nutrisi tersebut sekaligus menyaring air sehingga tetap bersih dan aman bagi kelangsungan hidup ikan.

Selain efisien dalam penggunaan air dan hemat lahan, AQUAFOAM juga menjadi solusi kreatif pengurangan sampah kemasan styrofoam di lingkungan setempat.

Kepala Desa Wonokerto, Bapak Khoirul Andik, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan kepedulian mahasiswa KKN UPNVJT terhadap kemandirian pangan warga.

“Inovasi AQUAFOAM ini menjadi solusi sederhana bagi masyarakat kami yang memiliki keterbatasan lahan, sekaligus mengajarkan pemanfaatan limbah lingkungan menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Khoirul Andik dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua KKN Kelompok 38 UPNVJT, Faiq, menjelaskan bahwa program ini dirancang agar mudah direplikasi oleh warga secara mandiri.

“Program AQUAFOAM ini kami rancang sebagai solusi sederhana dan ramah lingkungan untuk menjawab keterbatasan lahan serta mendukung ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. Kami berharap inovasi media akuaponik berbahan dasar box styrofoam bekas ini tidak hanya mudah dipraktikkan, tetapi juga dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan dan kemandirian pangan warga Desa Wonokerto,” ungkap Faiq.

Melalui sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat, warga dibekali pemahaman tata cara pembuatan, perawatan, hingga proses pemanenan.

Kangkung dari media AQUAFOAM dapat dipanen dalam kurun waktu 25-30 hari, sedangkan ikan lele siap dipanen pada usia pemeliharaan 60-70 hari.

Hasil panen ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi keluarga maupun menjadi peluang usaha mikro skala rumah tangga.

Program TTG (Teknologi Tepat Guna) ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan ketahanan pangan, dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan potensi usaha mikro masyarakat.

Tags

Related Post

Ads - Before Footer