Kabar Regional – Tangerang, Profil Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi merepresentasikan lahirnya sebuah lembaga pendidikan dan sosial yang berangkat dari kepedulian nyata terhadap kondisi umat Islam, khususnya dalam bidang pendidikan Al-Qur’an. Yayasan ini tidak hadir secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari kepekaan sosial para pendirinya yang melihat masih banyak masyarakat belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Realitas tersebut menjadi panggilan moral untuk menghadirkan solusi melalui pendidikan yang terarah, berkelanjutan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi memandang Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam membangun kehidupan umat Islam. Oleh karena itu, pendidikan Al-Qur’an tidak diposisikan sebagai pelengkap, melainkan sebagai kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi sejak dini. Yayasan ini berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an agar peserta didik tidak hanya mampu membaca dan menghafal, tetapi juga memahami makna serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman kuat dan berakhlak mulia.
Awal berdirinya Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap keterbatasan akses pendidikan agama, terutama bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Banyak di antara mereka memiliki semangat belajar yang tinggi, namun terhambat oleh kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan untuk mengikuti pendidikan Al-Qur’an secara layak. Kondisi ini diperparah dengan minimnya lembaga pendidikan Qur’an yang mampu menjangkau masyarakat kurang mampu. Melihat kenyataan tersebut, para pendiri merasa terpanggil untuk mengambil peran nyata.
Wilayah Bojong Nangka menjadi salah satu fokus perhatian awal yayasan ini. Di kawasan tersebut, masih ditemukan anak-anak yang belum mendapatkan pembinaan Al-Qur’an secara memadai, baik dari lingkungan keluarga maupun lembaga pendidikan. Kurangnya pendampingan dan minimnya fasilitas pendidikan agama mendorong lahirnya gagasan untuk mendirikan sebuah yayasan yang berfokus pada pembinaan Qur’ani. Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi kemudian hadir sebagai wadah pembelajaran, pembinaan, dan pengayoman bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.
Sejak awal, Profil Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi dirancang sebagai lembaga yang memiliki dasar hukum yang jelas dan sah. Legalitas menjadi aspek penting agar seluruh aktivitas yayasan dapat berjalan dengan tertib, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya payung hukum, yayasan mampu mengelola amanah umat secara transparan serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari unsur masyarakat, swasta, maupun lembaga pemerintah.
Yayasan Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi bergerak di bidang pendidikan dan sosial dengan orientasi utama pada pembelajaran Al-Qur’an. Proses pendidikan dirancang secara sistematis agar peserta didik mampu membaca Al-Qur’an sesuai kaidah, memahami kandungan maknanya, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan tidak hanya menitikberatkan pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai akhlak Islami.
Dalam praktiknya, yayasan ini tidak membatasi layanan pendidikan hanya bagi anak yatim. Masyarakat sekitar, para dhuafa, dan siapa pun yang membutuhkan pembelajaran Al-Qur’an juga diberikan kesempatan yang sama. Prinsip keterbukaan dan inklusivitas menjadi salah satu ciri utama Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi. Yayasan meyakini bahwa setiap Muslim memiliki hak yang sama untuk belajar dan memahami Al-Qur’an tanpa terkendala latar belakang sosial maupun ekonomi.
Selain memberikan pendidikan, yayasan juga menjalankan fungsi pembinaan dan pengayoman. Anak-anak yatim dan dhuafa tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga mendapatkan perhatian terhadap kebutuhan sosial dan emosional mereka. Pendekatan ini dilakukan agar peserta didik merasa aman, dihargai, dan termotivasi untuk berkembang. Lingkungan pendidikan yang penuh kepedulian diyakini mampu mendukung proses pembelajaran secara optimal.
Profil Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi juga mencerminkan komitmen dalam membangun generasi yang cerdas secara intelektual dan spiritual. Yayasan mendorong keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Peserta didik dibimbing agar mampu berprestasi dalam pendidikan formal sekaligus memiliki landasan keimanan yang kuat. Dengan demikian, lulusan yang diharapkan adalah generasi yang mampu bersaing di dunia modern tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Dalam menjalankan aktivitasnya, yayasan menjunjung tinggi nilai amanah, profesionalisme, dan transparansi. Setiap bentuk bantuan yang diterima dari umat dikelola dengan penuh tanggung jawab. Pengurus yayasan menyadari bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjaga keberlangsungan lembaga. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan, program, dan kegiatan dilakukan secara terbuka dan sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku.
Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi juga berperan sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Yayasan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung kegiatan pendidikan dan sosial yang dijalankan. Partisipasi ini dapat berupa dukungan moral, tenaga, maupun materi. Dengan melibatkan masyarakat, yayasan berharap tumbuh rasa kepemilikan bersama terhadap pendidikan generasi muda dan meningkatnya kepedulian sosial di lingkungan sekitar.
Dalam konteks pembangunan sumber daya manusia, peran yayasan ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas masyarakat secara luas. Pendidikan Al-Qur’an yang kuat akan melahirkan individu yang memiliki nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membangun masyarakat yang adil, beradab, dan sejahtera. Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi memandang bahwa pendidikan Qur’ani merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Seiring perkembangan zaman, yayasan terus berupaya menyesuaikan metode pembelajaran agar tetap relevan dan efektif. Tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi menuntut adanya inovasi dalam pendidikan. Meskipun demikian, Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi tetap berpegang teguh pada nilai-nilai dasar Al-Qur’an dan ajaran Islam sebagai landasan utama. Inovasi dilakukan tanpa menghilangkan esensi pendidikan Qur’ani.
Evaluasi dan pengembangan program menjadi bagian penting dalam perjalanan yayasan. Setiap kegiatan yang dijalankan dievaluasi secara berkala untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik dan masyarakat. Profil Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi menempatkan kebermanfaatan sebagai tujuan utama, sehingga setiap program selalu diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Harapan besar tertanam dalam keberadaan Yayasan Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi sebagai pusat pembinaan generasi Qur’ani yang berkelanjutan. Dengan dukungan umat dan berbagai pihak terkait, yayasan optimis dapat terus berkembang dan memperluas manfaatnya. Pendidikan yang dijalankan diharapkan menjadi bekal dunia dan akhirat bagi para peserta didik, sekaligus menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat.
Pada akhirnya, Profil Sahabat Qur’an Ashhabul Kahfi mencerminkan semangat kolektif untuk membangun masa depan umat melalui pendidikan Al-Qur’an. Apa yang diperjuangkan oleh yayasan ini bukan hanya kegiatan pendidikan semata, tetapi upaya membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai ilahi. Dengan izin Allah SWT, ikhtiar ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat, bangsa, dan agama.



