Tari adat Lampung adalah salah satu warisan budaya yang kaya akan makna dan keindahan. Setiap gerakan tarian ini mengandung pesan moral, nilai-nilai agama, serta simbol kehidupan masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi kebersamaan, kesopanan, dan rasa syukur kepada Tuhan. Dikenal dengan keanggunan dan kekhasannya, tari adat Lampung tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang perlu dilestarikan.
Provinsi Lampung, yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera, memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Salah satu bentuk seni yang paling menonjol adalah tarian tradisional. Berbagai tarian adat Lampung telah bertahan sejak ratusan tahun lalu, bahkan ada yang sudah ada sejak masa kerajaan adat seperti Keratuan Pugung dan Keratuan Sekala Brak. Tari adat Lampung tidak hanya memperlihatkan keindahan gerakan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dan nilai-nilai luhur masyarakat setempat.
Dalam upaya melestarikan kebudayaan, banyak komunitas seni dan pemerintah daerah berupaya untuk mengajarkan tarian adat Lampung kepada generasi muda. Selain itu, tarian ini sering dipentaskan dalam acara adat, festival budaya, maupun pertunjukan nasional dan internasional. Dengan demikian, tari adat Lampung tetap menjadi simbol kebanggaan dan identitas masyarakat Lampung yang tak ternilai harganya.
Sejarah Tari Adat Lampung
Tari adat Lampung memiliki akar sejarah yang sangat dalam, berasal dari masa kerajaan adat yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Masyarakat Lampung, yang terdiri dari dua etnis utama yaitu Pepadun dan Saibatin, memiliki tradisi kesenian yang kaya akan makna. Tarian-tarian ini tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi budaya, upacara adat, dan penyampaian pesan moral.
Sejarah perkembangan tari adat Lampung juga terpengaruh oleh masuknya agama Islam pada abad ke-15. Hal ini menyebabkan perubahan dalam bentuk dan nilai-nilai tarian, sehingga menjadi lebih religius tanpa kehilangan ciri khas lokalnya. Misalnya, tari Bedana dan Tari Melinting memiliki makna spiritual yang kuat, yang mencerminkan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat Lampung.
Selain itu, pada era modern, tari adat Lampung mengalami transformasi dengan menggabungkan unsur tradisi dan inovasi baru. Tari kreasi seperti Tari Sigeh Pengunten dan Tari Mulie Bekipas muncul sebagai bentuk pengembangan dari tarian tradisional. Hal ini menunjukkan bahwa tari adat Lampung tidak stagnan, tetapi terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Jenis-Jenis Tari Adat Lampung
Ada beberapa jenis tari adat Lampung yang populer dan memiliki makna tersendiri. Berikut ini adalah beberapa contohnya:
1. Tari Melinting
Tari Melinting merupakan salah satu tarian klasik yang berasal dari Lampung Timur. Tarian ini muncul sejak masuknya Islam ke Nusantara dan menjadi simbol rasa syukur serta kebahagiaan masyarakat. Biasanya, tari ini dibawakan oleh delapan penari (empat pria dan empat wanita) dengan busana adat berwarna merah dan hitam serta iringan musik tradisional seperti gendang, gong, dan suling.
2. Tari Bedana
Tari Bedana juga berasal dari Lampung Timur dan melambangkan persahabatan serta nilai-nilai Islam. Gerakannya menggambarkan keceriaan dan kebersamaan remaja Lampung dalam pergaulan. Tari ini ditampilkan oleh lima pasang penari dan sering hadir dalam acara khitanan, pernikahan, dan penyambutan tamu, diiringi musik gambus dan ketipung bernuansa riang.
3. Tari Cangget
Tari Cangget merupakan tarian paling populer di Lampung. Tarian ini ditampilkan dalam upacara adat seperti panen raya, mendirikan rumah, atau menyambut tamu kehormatan. Gerakan tari ini lincah dan energik, menampilkan kegembiraan serta keanggunan penari. Cangget menjadi simbol semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Lampung.
4. Tari Sigeh Pengunten
Tari Sigeh Pengunten adalah tarian kreasi baru hasil pengembangan dari tari sembah. Biasanya dipentaskan untuk menyambut tamu dalam acara resmi atau pernikahan adat. Dengan gerak lembut dan penuh penghormatan, Sigeh Pengunten menggambarkan keramahan serta ketulusan masyarakat Lampung terhadap para tamu.
5. Tari Topeng
Tari Topeng merupakan bentuk kesenian rupa tradisional yang telah lama dikenal di berbagai etnis. Dalam tarian ini, penari menggunakan topeng untuk menutupi identitas mereka agar tidak dikenali. Topeng juga menjadi simbol hubungan antara roh-roh dan manusia, serta mencerminkan nilai-nilai budaya yang mendalam.
6. Tari Mulie Bekipas
Tari Mulie Bekipas adalah tarian kreasi baru yang berkembang di Kota Metro. Tarian ini menjelaskan tentang kewaspadaan mulie atau gadis Lampung dalam menerima persahabatan dari laki-laki. Meskipun merupakan tarian baru, tari ini sering ditampilkan dalam acara adat, penyambutan, acara pernikahan, dan perlombaan.
Ciri Khas dan Keunikan Tari Adat Lampung
Ciri khas tari adat Lampung terletak pada gerakannya yang anggun, penggunaan busana tapis tradisional, serta iringan musik khas seperti gamolan, gong, dan rebana. Busana yang digunakan biasanya berwarna merah, putih, dan hitam, yang melambangkan keberanian, kesucian, serta kekuatan budaya Lampung.
Selain itu, kombinasi antara kelembutan dan ketegasan dalam gerakan tari mencerminkan karakter masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kesopanan. Setiap tarian juga menonjolkan keseimbangan antara keindahan dan makna yang mendalam, sehingga tidak hanya memikat hati penonton, tetapi juga memberikan pesan moral yang penting.
Peran Masyarakat dalam Melestarikan Tari Adat Lampung
Melestarikan tari adat Lampung tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat setempat. Banyak sanggar-sanggar seni dan komunitas budaya yang aktif dalam mengajarkan tarian tradisional kepada generasi muda. Selain itu, festival budaya dan lomba seni juga menjadi ajang untuk menampilkan tari adat Lampung kepada publik.
Pemerintah daerah juga berperan penting dalam menjaga kelestarian kesenian ini. Beberapa program pendidikan dan pelatihan seni telah dilakukan di sekolah-sekolah, sehingga anak-anak bisa belajar dan menghargai kekayaan budaya mereka sendiri. Dengan demikian, tari adat Lampung tetap hidup dan bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Kesimpulan
Tari adat Lampung adalah warisan budaya yang sangat berharga dan harus dijaga dengan baik. Dari segi sejarah, makna, dan keunikan, tarian ini mencerminkan kearifan lokal, nilai-nilai agama, serta kekayaan budaya masyarakat Lampung. Dengan upaya bersama dari masyarakat, pemerintah, dan komunitas seni, tari adat Lampung dapat terus berkembang dan tetap menjadi bagian dari identitas bangsa Indonesia.



