KABAR REGIONAL, PURWAKARTA – Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Mekatronika dan Kecerdasan Buatan (HIMATRONIKA-AI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta mengembangkan pemanfaatan eceng gondok sebagai pakan ternak alternatif untuk mendorong efisiensi biaya produksi peternakan di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari Karisma atau Karoya Inovasi Sirkular Mandiri, program pengabdian masyarakat melalui skema Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026. Berlangsung pada Juli hingga Oktober 2026, program ini menyasar 49 peternak Kelompok Betok Mandiri serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat.
Karisma mengusung pendekatan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan potensi lokal, memperbaiki pengelolaan peternakan, dan memperkuat manajemen usaha masyarakat. Pelaksanaannya mencakup tiga program, yakni Karisma Feed, Betok Sehat Mandiri, dan Karisma Bina Usaha.
Ketua Pelaksana Karisma, Dhavin Radithya Dhuha, mengatakan program tersebut berangkat dari upaya melihat potensi desa melalui pendekatan yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Karisma adalah cara kami melihat potensi desa dengan sudut pandang baru. Eceng gondok yang dianggap masalah kami ubah menjadi pakan bernilai ekonomi, sementara peternak dan pelaku UMKM kami dampingi agar usahanya tertata dan mandiri,” ujar Dhavin.
Eceng Gondok Diolah Menjadi Pakan Alternatif
Melalui Karisma Feed, mahasiswa memanfaatkan eceng gondok yang menjadi persoalan lingkungan di kawasan Waduk Cirata sebagai bahan baku pakan alternatif. Inovasi ini juga dilengkapi alat pencacah dan alat pencampur atau mixer untuk membantu proses pengolahan.
Komponen kedua alat tersebut disediakan oleh mitra Dtech Innovation, kemudian dirangkai oleh mahasiswa. Dalam proses pembuatannya, eceng gondok dicacah terlebih dahulu sebelum dicampur dengan tepung jagung dan tepung ikan sebagai bahan pendukung.
Alat pencacah dan mixer diserahkan kepada ketua Kelompok Betok Mandiri pada 15 September 2026 agar dapat dimanfaatkan dalam kegiatan kelompok.
Salah seorang warga Desa Karoya mengatakan inovasi tersebut diharapkan membantu peternak menghadapi persoalan biaya pakan.
“Selama ini kami kesulitan soal biaya pakan. Dengan pakan dari eceng gondok dan alat pencacahnya, kami berharap pengeluaran bisa lebih hemat,” ujarnya.
Program ini juga menargetkan pembentukan unit UMKM pakan ternak. Selama empat bulan pelaksanaan, Karisma Feed menargetkan penurunan biaya pakan sebesar 20–30 persen dari total biaya produksi. Angka tersebut merupakan target program yang masih perlu dibuktikan melalui penerapan dan evaluasi di lapangan.
Perbaiki Manajemen Peternakan Unggas
Selain inovasi pakan, Karisma menghadirkan Betok Sehat Mandiri untuk meningkatkan kualitas pengelolaan peternakan unggas. Program ini memperkenalkan sistem pencatatan atau recording yang meliputi kebutuhan pakan, kematian dan kelahiran unggas, serta pendataan anakan.
Mahasiswa juga mendorong penerapan biosekuriti dan sanitasi kandang serta menyusun standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan kandang bersama Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta.
Pencatatan dilakukan melalui logbook harian agar peternak dapat memantau kondisi ternak dan pengelolaan kandang secara lebih teratur. Program ini menargetkan penurunan tingkat kematian unggas dari 10 persen menjadi 5 persen serta penggunaan logbook secara aktif oleh seluruh peternak pada akhir program.
Menurut salah seorang warga Desa Karoya, sistem pencatatan tersebut membantu kelompok dalam memantau kondisi peternakan.
“Dulu pencatatan kandang kami belum jelas. Sekarang ada logbook dan aturan kandang yang bisa diikuti, jadi kami lebih mudah memantau ayam,” katanya.
Dampingi UMKM Kelola Usaha
Penguatan sektor peternakan dilengkapi Karisma Bina Usaha yang menyasar kemampuan manajerial peternak dan pelaku UMKM. Pelatihan dilaksanakan pada 14 dan 29 Juli 2026 di Aula Desa Karoya, dengan jumlah peserta sekitar 25 warga.
Materi pelatihan mencakup branding, manajemen usaha, dan pencatatan keuangan. Peserta juga mendapat pendampingan agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Kegiatan ini didukung Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta. Salah satu targetnya adalah menghasilkan sistem pencatatan keuangan digital yang dapat digunakan oleh peternak dan pelaku UMKM Desa Karoya.
Seorang peserta mengungkapkan pelatihan tersebut membantunya memahami pencatatan keuangan dan cara memperkenalkan produk kepada masyarakat.
Libatkan Pemerintah dan Mitra
Pelaksanaan Karisma melibatkan sejumlah mitra, antara lain Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta; Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta; Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Purwakarta; Pemerintah Kabupaten Purwakarta; Dtech Innovation; serta unsur pemberdayaan desa.
Dukungan para mitra mencakup pelatihan UMKM, penyusunan SOP kandang, dukungan perencanaan riset, hingga penyediaan komponen alat pengolahan pakan. HIMATRONIKA-AI juga menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) bersama mitra sebagai landasan pelaksanaan kolaborasi.
Melalui tiga program tersebut, Karisma diarahkan untuk menghubungkan pemanfaatan potensi lingkungan dengan peningkatan kapasitas peternak dan pelaku UMKM. Keberlanjutan program diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Karoya mengembangkan usaha secara lebih mandiri setelah masa PPK Ormawa 2026 berakhir.



